PUSAT Daster Bordir Khas Malang • Kirim ke Seluruh Indonesia
7 Hal Menarik dari Kota Malang yang Jarang Diketahui
Apa saja yang membuat Kota Malang istimewa? Dari julukan unik, Boso Walikan, kuliner legendaris, sampai daster bordir khas Malang. Simak selengkapnya.
MALANG & OLEH-OLEHARTIKEL
Marsalia
10/5/20264 min baca


Apa Saja yang Menarik dari Kota Malang?
Sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, Malang punya banyak sisi menarik yang membuatnya jadi tujuan favorit, baik untuk berlibur maupun menuntut ilmu. Berada di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan, kota ini menawarkan perpaduan udara sejuk, sejarah panjang, budaya yang masih hidup, hingga kuliner yang menggugah selera.
Berikut beberapa hal menarik dari Kota Malang yang membuatnya punya karakter berbeda dibanding kota lain di Indonesia.
1. Punya Banyak Julukan yang Menggambarkan Karakternya
Malang dikenal dengan beberapa sebutan yang masing-masing mencerminkan sisi berbeda dari kota ini.
Karena tata kotanya yang rapi dan dikelilingi gunung-gunung seperti Arjuno, Kawi, dan Semeru, Malang kerap disebut sebagai "Switzerland van Java" atau "Paris van Oost-Java", julukan dari masa kolonial yang menggambarkan keindahan lanskap dan iklim sejuknya yang menyerupai suasana Eropa.
Selain itu, banyaknya taman kota yang terawat, termasuk Alun-Alun Tugu yang pernah masuk jajaran taman kota terbaik secara nasional, membuat Malang juga dijuluki Kota Bunga. Belum lagi sentra perkebunan apel di wilayah Malang Raya (mencakup Kota Batu dan Kabupaten Malang) yang membuat kota ini lekat dengan sebutan Kota Apel.
2. Boso Walikan, Bahasa Terbalik Khas Arek Malang
Salah satu keunikan budaya yang paling dikenal dari Malang adalah Boso Walikan, dialek lokal yang dibentuk dengan membaca kata secara terbalik dari belakang ke depan. Contohnya, "Malang" dibaca jadi "Ngalam", dan "Arek Malang" jadi "Kera Ngalam". Dialek ini sudah jadi bagian dari identitas sosial warga setempat, bukan sekadar bahasa gaul, melainkan juga simbol keakraban antarwarga Malang.
3. Dikenal sebagai Kota Pelajar
Malang punya reputasi kuat sebagai kota pendidikan. Puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta berdiri di kota ini, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang, menarik ratusan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar ini turut membentuk suasana kota yang dinamis, kreatif, dan multikultural, sekaligus mendorong tumbuhnya banyak tempat nongkrong dan kuliner dengan harga ramah kantong.
4. Surga Kuliner yang Legendaris
Bagi pencinta makanan, Malang adalah destinasi wajib. Bakso Malang, misalnya, tampil beda dengan isian yang sangat beragam, mulai dari bakso halus, bakso urat, tahu, siomay, hingga pangsit goreng renyah dalam satu mangkuk, belum lagi bakso bakarnya yang memanjakan lidah. Ada juga cwie mie, olahan mi tipis dengan taburan ayam cincang yang gurih, biasa disajikan bersama selada dan pangsit.
Untuk yang suka jajanan legendaris, kedai wedang ronde Titoni dan lainnya dikawasan dekat alun-alun Kota Malang serta di kawasan Pecinan sudah menemani warga Malang menikmati malam yang sejuk sejak era 1940-an, bukti bahwa tradisi kuliner kota ini bukan cuma soal tren, tapi juga bagian dari sejarah panjang.
Rujak Ananas, Tahu Telor, Pecel Kawi, Pecel Pincuk Bu Siti, Nasi Bhuk (Madura), Lupis Puthu Lanang, Pia Cap Mangkok, dan banyak lagi lainnya yang diyakini banyak orang jadi surga kuliner.
5. Jejak Sejarah dan Cagar Budaya Kolonial
Malang menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang, dari era kerajaan Hindu-Buddha seperti Singosari dan Kanjuruhan, hingga masa kolonial Belanda. Peninggalan masa lampau masih bisa dijumpai lewat candi-candi seperti Candi Singosari dan Candi Badut.
Sementara itu, suasana kolonial masih terasa kuat di sepanjang Jalan Besar Ijen (Ijen Boulevard) dengan deretan bangunan tua yang terawat, serta di Kampung Kayutangan Heritage, kawasan permukiman lama dengan rumah-rumah berusia puluhan hingga ratusan tahun yang masih berdiri hingga sekarang.
Bahkan, salah satu kafe di ujung Jalan Ijen, Malang, memiliki bunker peninggalan zaman kolonial yang sampai saat ini masih terjaga dan terbuka untuk umum.
6. Gerbang Menuju Wisata Alam Jawa Timur
Letak Malang yang berada di tengah wilayah Malang Raya membuatnya jadi titik awal yang strategis untuk menjelajahi berbagai destinasi alam di Jawa Timur. Dari kota ini, perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk berburu matahari terbit, pantai-pantai selatan Kabupaten Malang, hingga taman hiburan modern di Kota Batu jadi jauh lebih mudah dijangkau.
7. Kerajinan dan Fashion Lokal yang Tak Kalah Khas
Selain alam, sejarah, dan kuliner, Malang juga punya sisi menarik lain yang kadang luput dari perhatian: industri kreatif dan kerajinan lokalnya. Salah satunya adalah daster bordir khas Malang, produk fashion rumahan yang tampil dengan motif bordir floral sebagai identitas khasnya.
Daster bordir ini bukan sekadar pakaian santai, tapi juga bagian dari karakter kreatif kota Malang — sama seperti keramik Dinoyo atau batik khas daerah lain. Salah satu brand yang mengangkat karakter ini adalah Marsalia, yang menghadirkan daster khas Malang berbahan Katun Jepang premium (Tokai Senko), nyaman dipakai di rumah namun tetap terlihat rapi saat harus keluar sebentar.
Baca juga: "Daster Khas Malang yang Nyaman dan Elegan"
Malang, Kota dengan Banyak Wajah
Dari julukannya yang beragam, dialek unik Boso Walikan, status sebagai kota pelajar, kekayaan kuliner, jejak sejarah kolonial, hingga potensinya sebagai gerbang wisata alam, serta sebutan kota kreatif, Malang memang kota yang sulit didefinisikan hanya dengan satu kata. Dan di tengah semua daya tarik itu, kreativitas lokal seperti daster bordir khas Malang ikut menambah warna, membuktikan bahwa identitas kota ini juga hidup lewat produk-produk yang dipakai dan dibawa pulang oleh para pengunjungnya.
Kalau ingin membawa pulang sesuatu yang benar-benar mencerminkan karakter Malang, daster khas Malang dari Marsalia bisa jadi pilihan, nyaman dipakai sehari-hari, sekaligus membawa cerita tentang kota ini ke mana pun dibawa.
Marsalia - Daster Khas Malang. Nyaman di Rumah, Cantik Saat Keluar.
FAQ Seputar Hal Menarik dari Kota Malang
Kenapa Malang dijuluki Paris van Oost-Java? Julukan ini muncul sejak era kolonial karena tata kota Malang yang rapi, dikelilingi pegunungan, dan memiliki iklim sejuk yang mengingatkan pada suasana kota-kota Eropa.
Apa itu Boso Walikan Malang? Boso Walikan adalah dialek khas warga Malang yang dibentuk dengan membaca kata secara terbalik dari belakang ke depan, menjadi identitas sosial dan ciri khas keakraban masyarakat setempat.
Apa makanan khas yang wajib dicoba di Malang? Beberapa kuliner ikonik Malang antara lain bakso Malang dengan isian beragam, cwie mie, dan wedang ronde dari kedai legendaris yang sudah berdiri sejak era 1940-an.
Selain kuliner dan wisata alam, apa oleh-oleh khas Malang yang direkomendasikan? Daster bordir khas Malang, misalnya dari Marsalia, menjadi pilihan oleh-oleh non-kuliner yang mencerminkan kreativitas lokal dan bisa digunakan sehari-hari.
Informasi
Pusat Daster Khas Malang
© 2026 Marsalia Embroidery. Hak Cipta Dilindungi.

GALERI
PHONE (WA)
Jalan Puncak Borobudur G-405 Griyasanta, Kota Malang, Jawa Timur
+62853 3572 0619
info@marsalia.id
